Minggu, 26 April 2015

ASAL USUL DESA JATISEENG - CIREBON


Nama Desa Jatiseeng erat kaitannya dengan Desa Leueweunggajah yang dimulai sejak penyebaran Islam di Cirebon oleh Syech Maulana Datuk Kahfi atau Abdul Kadir Jaelani yaitu seorang wallayullah dari Mekkah.
Banyak versi tentang sejarah lahirnya Desa Jatiseeng, tapi kita coba ikuti versi dari para sejarawan dan seniman yang diterbitkan Dinas Dikbud Kabupaten Cirebon dan tidak terlepas dari sejarah Desa Leuweunggajah.
Semula hanya sebuah pedukuhan kecil, Leuweunggajah berkembang pesat karena banyak dijadikan tempat singgah orang, tak heran penduduknyapun semakin padat. Sehubungan dengan itu konflik antar wargapun kerap terjadi dan tidak jarang sampai melakukan perang tanding. Oleh karena itu diadakan musyawarah untuk mengatasi kemelut dengan membagi Desa Leueweunggajah dan Desa Jatiseeng.
Nama Jatiseeng sendiri merupakan usulan para tokoh bahwa nama desa harus didasarkan pada peristiwa menarik dan luar biasa, yaitu bahwa ada pohon jati yang sangat besar dipinggir jalan sebelah selatan (dulu Jalan Pramuka sekarang Jalan Pangeran Walangsungsang) yang kerap mengeluarkan bunyi ‘saheng’ suara gemuruh seperti sedang menanak nasi. Suara saheng tersebut kemungkinan sebagai desiran suara ular besar atau ular siluman yang berada dilubang bawah pohon jati tersebut. Sampai saat ini, dibekas tumbuhnya pohon jati itu masih suka diberi sesajen pada waktu malam malam tertentu, karena dianggap keramat. Penulis berusaha mencari tahu posisi tepat pohon itu, ternyata ada disebuah Gang Kecil depan Sekolahan Santo Thomas.
Karena terdapat hal-hal yang aneh di pohon jati itu, akhirnya ditebanglah dan sebagian kayunya dijadikan ‘kohkol’ atau kentongan. Sekarang kentongan itu sudah rapuh dan teronggok menjadi saksi bisu, disalah satu sudut ruangan di Balai Desa Jatiseeng.
Pada tahun 1981, dengan alas an jumlah penduduk semakin padat, maka desa Jatiseeng dimekarkan menjadi dua, yaitu : Desa Jatiseeng dengan Kuwu Jenal dan Desa Jatiseeng Kidul dengan Kuwu Moch. Mu’min. Tidak hanya itu, selang beberapa tahun kemudian Desa Jatiseeng dimekarkan kembali menjadi dua yaitu Desa Jatiseeng dan Desa Damarguna.
Para Kuwu Di Desa Jatiseeng :
  1. Kuwu Bujang
  2. Kuwu Rasitem
  3. Kuwu Rawiden
  4. Kuwu Kanidjan
  5. Kuwu Asiah
  6. Kuwu Kasidem
  7. Kuwu Durahman
  8. Kuwu Kemar Baindar
  9. Kuwu Natawijaya
  10. Kuwu Imam
  11. Kuwu Maskat
  12. Kuwu Punuk
  13. Kuwu Kusen
  14. Kuwu H. Afandi
  15. Kuwu Wiradinata
  16. Kuwu Mukid
  17. Kuwu Wasjud
  18. Kuwu Rd. Armas
  19. Kuwu Jenal
  20. Pjs Kuwu Didi Supriadi
  21. Pjs Kuwu Najib
  22. Kuwu Tarno
  23. Pjs Kuwu Carda
  24. Pjs Kuwu Soemarno M.Th
  25. Kuwu Carda
  26. Pjs Kuwu M. Nugraha
  27. Kuwu Soemarno M.Th (2011-sekarang) 

Tidak ada komentar: